oleh admin | 23 Mei 2026
Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) merupakan evaluasi komprehensif yang dilaksanakan di akhir tahun ajaran untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah menempuh proses pembelajaran selama satu tahun penuh. Bagi siswa kelas X dan XI, ASAT bukan sekadar ujian akademik biasa, melainkan tangga penting untuk naik ke level pendidikan yang lebih tinggi. Pada Jumat, 22 Mei 2026, SMA Kristen 1 Surakarta menggelar momen persiapan khusus bagi seluruh siswa kelas X dan XI serta para guru di aula sekolah. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk aspek teknis pengerjaan soal, tetapi juga untuk memperkuat mental dan spiritual siswa sebelum menghadapi penilaian sesungguhnya.
Suasana di aula berlangsung khidmat dan penuh semangat, dibuka dengan alunan lagu pujian yang dibawakan oleh tim musik dari Unit Kegiatan Kerohanian Kristen (UK3) Universitas Slamet Riyadi. Kehadiran pembawa acara dan musisi dari UK3 USR menambah nuansa rohani yang kental, mengingatkan peserta bahwa setiap usaha belajar adalah bentuk ibadah. Pdm. Chandra Siahaan kemudian menyampaikan khotbah inspiratif bertema "Tanpa Kejutan: Pemenang di Meja Belajar". Mengacu pada Yesaya 41:10, ia menekankan bahwa ujian bukanlah hukuman, melainkan kesempatan untuk menunjukkan daya juang. Pesan utamanya jelas: kerjakan bagian kita dengan belajar sungguh-sungguh, bukan mengandalkan keajaiban semalam, dan jagalah integritas karena karakter adalah ukuran asli diri kita di hadapan Tuhan dan sesama.
Setelah sesi renungan, kegiatan berlanjut dengan simulasi teknis ASAT berbasis daring menggunakan aplikasi Exambro CBT. Bpk. Bhakti Mahargyadi, guru TIK SMA Kristen 1 Surakarta, memberikan panduan langkah demi langkah kepada para siswa. Siswa diminta menginstal aplikasi Exambro CBT, memastikan baterai perangkat penuh, membersihkan aplikasi latar belakang yang tidak perlu, serta menyediakan ruang memori yang cukup. Mekanisme masuk ke ujian dilakukan dengan memindai kode QRIS yang telah dicetak oleh panitia. Melalui pemindaian tersebut, siswa diarahkan langsung ke Google Form untuk mencoba menjawab soal simulasi hingga seluruh jawaban terkirim dengan sukses.
Meskipun sebagian siswa awalnya mengalami kendala karena belum terbiasa dengan antarmuka aplikasi, bimbingan intensif dari panitia membantu mereka mengatasi hambatan teknis tersebut. Poin kunci dari penjelasan Bpk. Bhakti adalah fitur keamanan Exambro CBT yang mampu mengunci tampilan layar saat ujian berlangsung. Aplikasi ini mendeteksi jika siswa mencoba keluar atau membuka aplikasi lain selama proses ujian. Setiap upaya kecurangan akan tercatat secara otomatis di sisi admin Google Form, sehingga guru dapat memberikan sanksi yang tegas. Hal ini menegaskan komitmen sekolah terhadap kejujuran akademik, sejalan dengan pesan khotbah bahwa nilai tinggi adalah bonus, namun integritas adalah kewajiban.
Kegiatan persiapan ini ditutup dengan pemahaman bahwa keberhasilan ASAT tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga ketenangan hati dan ketergantungan pada penyertaan Tuhan. Seperti ditekankan dalam Amsal 24:10, tawar hati pada masa kesesakan menunjukkan kecilnya kekuatan, maka dari itu siswa diajak untuk tetap teguh. Dengan kombinasi persiapan teknis yang matang melalui simulasi Exambro dan penguatan mental spiritual, siswa diharapkan memasuki ruang ujian tanpa rasa takut, melainkan dengan kepala tegak karena tahu telah berusaha maksimal dan Tuhan berjalan bersama mereka.
Kepada seluruh siswa kelas X dan XI SMA Kristen 1 Surakarta, mari jadikan momen ASAT ini sebagai bukti kedewasaan dan tanggung jawab kalian. Jangan biarkan kecemasan menguasai, tetapi serahkan hasil usaha terbaik kalian kepada Tuhan. Teruslah belajar dengan giat, jaga kejujuran, dan percayalah bahwa Tuhan akan meneguhkan langkah kalian. Selamat berjuang, semoga kalian lulus ASAT dengan hasil memuaskan dan layak naik ke jenjang kelas berikutnya.