Panitia Paskah di GBI Gading, 17 April 2026
Cahaya di Balik Retakan: Perayaan Paskah SMA Kristen 1 Surakarta yang Memulihkan
Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti GBI Gading Surakarta pada Jumat pagi, 17 April 2026. Sejak pukul 09.30 hingga 12.00 WIB, keluarga besar SMA Kristen 1 Surakarta (Smasakrista) berkumpul di gereja yang berlokasi di Jl. Veteran No. 56, Gajahan, tersebut untuk merayakan Paskah bersama. Mengusung tema yang menyentuh realita kehidupan, “Masih Ada Harapan di Tengah Keretakan,” acara ini menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh siswa, guru, dan karyawan.
Dari Kejatuhan Menuju Pemulihan
Ibu Yohana Ani, S.Th., selaku ketua panitia, membuka rangkaian acara dengan ajakan untuk merenungkan kasih Allah yang melampaui segala kegagalan manusia. Perjalanan spiritual jemaat kemudian diawali dengan tayangan video naratif yang menggugah; mulai dari indahnya penciptaan, pahitnya kejatuhan manusia dalam dosa, hingga pengorbanan agung Kristus di kayu salib.
Puncak perenungan hadir saat Pdt. Paulus Bhatara Nusantara, M.Th., menyampaikan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari 2 Korintus 4:7. Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa keretakan hubungan—baik dengan Tuhan maupun sesama—adalah kondisi yang mustahil dipulihkan hanya dengan perbuatan baik manusia.
"Jika sebuah barang retak, dunia mungkin akan membuangnya. Namun, melalui kebangkitan Kristus, manusia yang 'retak' akibat dosa justru dipulihkan. Kita adalah bejana tanah liat yang berharga di tangan Tuhan, dibentuk ulang untuk rencana-Nya yang mulia," pesan Pdt. Paulus. Beliau mengingatkan bahwa kelesuan, rasa tidak percaya diri, hingga konflik hubungan dengan orang tua atau guru, dapat dipulihkan jika kita menyadari bahwa kekuatan sejati berasal dari Allah, bukan dari kepintaran diri sendiri.
Drama Keluarga: Iman di Tengah Badai
Pesan khotbah tersebut terasa semakin hidup melalui pementasan drama keluarga yang emosional. Mengisahkan perjuangan sebuah keluarga yang diuji bertubi-tubi—sang ayah yang terkena PHK dan sang anak yang terancam putus sekolah karena kendala biaya SPP—drama ini memotret realita iman yang diuji.
Ketegangan mencair saat sang ibu memilih untuk terus berlutut dalam doa. Melalui cara-cara yang tak terduga, Tuhan membuka jalan: sang ayah mendapatkan pekerjaan baru dan kebutuhan sekolah sang anak terpenuhi. Momen saling memaafkan di akhir cerita menjadi bukti nyata bahwa saat manusia tidak mampu, Tuhan bekerja bagi mereka yang percaya.
Harapan Baru bagi Smasakrista
Mewakili pengurus PPKS (Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta), Bapak Yuwono, S.Pd., memberikan penguatan bahwa keretakan dalam pergaulan maupun tantangan belajar bukanlah akhir dari segalanya. Beliau mengajak seluruh keluarga besar Smasakrista untuk menjadikan Paskah sebagai momentum memperkuat semangat dan saling mendukung, agar sekolah menjadi tempat pemulihan dan setiap pribadi menjadi pembawa damai.
Menutup rangkaian acara, Kepala Sekolah SMA Kristen 1 Surakarta, Bapak Kandhi Purnomo, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara di GBI Gading meskipun persiapan waktu sangat terbatas. Di tengah sukacita Paskah, beliau juga membagikan kabar gembira yang disambut antusias: Renovasi besar gedung sekolah akan segera dimulai pada bulan Mei mendatang.
Langkah renovasi ini menjadi simbol semangat baru Smasakrista untuk terus bangkit dan bergerak. Acara diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada Pdt. Paulus dan Bapak Kris selaku ketua pengurus gereja, ditutup dengan doa syukur atas berkat keselamatan dan harapan masa depan yang lebih baik.
Dengan api semangat Paskah, seluruh keluarga besar SMA Kristen 1 Surakarta berkomitmen untuk melangkah keluar, tetap bangkit, bergerak, dan menjadi terang bagi dunia.