Menghadapi ASAJ 2026 dengan Kesiapan Mental serta Spiritual
oleh admin | 4 April 2026
Mulai Senin, 6 April 2026, seluruh siswa kelas XII SMA Kristen 1 Surakarta akan mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ). ASAJ merupakan evaluasi akhir yang penting untuk mengukur capaian kompetensi siswa di tingkat sekolah menengah umum. Hasilnya akan menjadi salah satu penentu kelulusan serta gambaran kesiapan akademik sebelum melangkah ke dunia yang lebih luas, baik itu pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Menjelang pelaksanaan ASAJ, suasana di SMA Kristen 1 Surakarta dipenuhi rasa antusias sekaligus keseriusan. Untuk mempersiapkan diri secara khusus dalam aspek mental dan spiritual, para siswa kelas XII mengadakan ibadah persiapan ASAJ di sekolah.
Ibadah diawali dengan pujian penyembahan yang membawa suasana syukur dan penuh damai. Kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Bapak Yonathan Suryo Pambudi, S.T., M.Si. Dalam khotbahnya, beliau mengutip 1 Timotius 4:12: "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu." Beliau mengangkat keteladanan Tuhan Yesus sebagai pribadi yang terpelajar dan memiliki penguasaan firman yang kuat. Sebelum memulai pelayanan-Nya di usia 30 tahun, Yesus juga melewati masa persiapan, termasuk belajar dan memahami Firman Tuhan.
Salah satu bukti bahwa Ia terpelajar nampak ketika Ia menjawab godaan Iblis dengan perkataan: "Ada tertulis." Kalimat itu menunjukkan bahwa Yesus pernah belajar ayat-ayat yang tertulis, menghafalnya, dan menggunakannya pada saat yang tepat. Demikian pula saat Ia berada di sinagoga, Yesus diminta untuk berbicara di hadapan umum, yang menunjukkan bahwa Ia memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Allah. Khotbah ini memberikan pesan kuat kepada para siswa: masa belajar di sekolah adalah bagian dari persiapan menuju dunia nyata. Baik akan masuk ke dunia kerja maupun melanjutkan ke perguruan tinggi, setiap siswa sedang dipersiapkan. Sekolah membentuk karakter, memperkaya kata-kata, dan melatih sikap. "Jika diberi kesempatan kuliah, itu bagus. Tapi jika orang tua belum bisa membiayai, tidak perlu putus asa. Bekerja dulu sambil terus meningkatkan kemampuan, lalu kuliah di kemudian hari," pesan beliau. Yang terpenting, seperti Yesus yang dibekali untuk siap melayani, siswa-siswi SMA Kristen 1 Surakarta juga dibekali untuk siap menjalani hidup dan bekerja. Ibadah pun ditutup dengan doa bersama agar seluruh siswa diberi kekuatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menghadapi ASAJ serta masa depan sesuai lulus SMU.
Setelah ibadah, kegiatan berlanjut ke sesi sosialisasi dari Universitas Kristen Teknologi Solo (UKTS). Acara ini dihadiri sejumlah dosen serta pimpinan program studi, di antaranya:
Bapak Yonathan Suryo Pambudi, S.T., M.Si. selaku Ketua Student Recruitment dan dosen Teknik Lingkungan,
Bapak Widianto, M.T. selaku Ketua Prodi Teknik Lingkungan,
Bapak Handoko, M.Kom selaku Ketua Prodi Teknik Informatika, serta
Bapak Bambang Kristiawan, S.Si., M.Sc. selaku dosen Teknik Informatika.
Pembicara pertama, Bapak Yonathan Suryo Pambudi, memperkenalkan sistem perkuliahan E-WORK (Kuliah Sambil Kerja) yang menjadi unggulan UKTS. Program ini dirancang untuk mahasiswa yang ingin mandiri secara finansial. Peserta akan ditempatkan di lembaga mitra dengan gaji sesuai UMK dan mendapat jaminan BPJS. Dengan cara ini, biaya kuliah bisa ditanggung sendiri tanpa membebani orang tua. Kurikulum program E-WORK disusun agar relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi juga sudah memiliki pengalaman kerja nyata selama masa studi, sehingga lulusan lebih siap bersaing di dunia kerja. Pembicara kedua, Bapak Handoko, M.Kom, menambahkan bahwa UKTS tidak hanya memberi kesempatan kuliah, tetapi juga membangun jaringan profesional sejak dini. Mahasiswa yang mengikuti program E-WORK akan terbiasa dengan tantangan dunia kerja, sehingga memiliki keunggulan kompetitif dibanding lulusan reguler. Sosialisasi ini membuka wawasan siswa bahwa masa depan bisa ditempuh dengan berbagai jalur. UKTS hadir sebagai solusi nyata bagi mereka yang ingin mandiri sejak muda, tanpa harus mengorbankan pendidikan.
Di tengah semangat persiapan ASAJ dan sosialisasi kampus, kabar membanggakan datang dari SMA Kristen 1 Surakarta. Sebanyak lima siswa kelas XII berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menuju universitas-universitas unggulan di Indonesia. Berikut daftar siswa yang diterima:
Jashli di S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro
Jeane di S1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)
Ciaresta di S1 Agroteknologi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)
Yoga di S1 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), dan
Kevin di S1 Matematika Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa SMA Kristen 1 Surakarta berhasil mengantarkan putra-putri didiknya menembus perguruan tinggi favorit di Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi adik kelas untuk terus berjuang dengan penuh semangat. Dengan kerja keras, pembekalan karakter, dan dukungan iman, masa depan yang gemilang bukanlah mimpi.
Selamat kepada para siswa yang lolos SNBP. Tetap rendah hati, terus belajar, dan jadilah teladan di mana pun berada. Bagi siswa yang masih menempuh ASAJ, tetaplah fokus dan berdoa. Tuhan Yesus memberkati perjuangan kalian semua!