oleh admin | 20 Februari 2026
Pada awal tahun 2026, SMA Kristen 1 Surakarta menjadi mitra pelaksanaan magang bagi delapan mahasiswa Universitas Kristen Teknologi Solo (UKTS) dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen. Selama dua bulan, para mahasiswa semester enam ini menjalani praktik lapangan sebagai bagian dari pembentukan kompetensi profesional mereka. Kehadiran mereka di lingkungan sekolah memberikan kesempatan untuk memahami dinamika proses pendidikan sekaligus memperluas pengalaman mereka sebagai calon pendidik.
Dalam kegiatan magang, para mahasiswa memperoleh tanggung jawab yang mencerminkan peran guru di sekolah. Mereka mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, memimpin renungan pagi, serta melaksanakan piket untuk menyambut siswa dan menerima tamu. Ketika guru berhalangan hadir, mereka turut menjaga kelas dan mengawasi pelaksanaan tugas siswa. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengamati ritme kerja seorang pendidik dan berlatih mengelola suasana belajar secara langsung.
Program magang ini memberikan manfaat yang berarti bagi kedua pihak. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan mengajar, mengelola kelas, dan beradaptasi dengan situasi pembelajaran yang beragam. Bagi sekolah, kehadiran mereka memberikan kontribusi positif melalui keteladanan, kedisiplinan, serta semangat belajar yang mereka tampilkan di hadapan siswa. Para mahasiswa berharap bahwa keberadaan mereka dapat memberi nilai tambah, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter siswa.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa tetap menemui beberapa dinamika kelas yang wajar terjadi dalam proses belajar mengajar. Beberapa siswa membutuhkan dorongan tambahan untuk lebih konsisten mengerjakan tugas, dan ada kalanya respons siswa terhadap pertanyaan membutuhkan waktu lebih lama. Situasi-situasi seperti ini menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa dalam memahami karakteristik peserta didik. Dukungan dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan membuat mereka merasa terbantu dan dihargai, sementara fasilitas sekolah yang memadai turut mendukung kelancaran kegiatan magang.
Para mahasiswa juga menyampaikan apresiasi terhadap lingkungan sekolah yang hangat dan suportif. Mereka merasa diterima dengan baik, dibimbing ketika menghadapi kesulitan, dan didukung penuh oleh para guru. Mereka bahkan menyatakan kesiapan untuk merekomendasikan SMA Kristen 1 Surakarta sebagai tempat magang bagi angkatan berikutnya. Budaya salam-sapa pagi serta keberagaman ekstrakurikuler—mulai dari barista, trading, reparasi gawai, tata rias, hingga desain visual—dinilai sebagai keunggulan sekolah yang relevan dengan perkembangan zaman dan mampu membentuk karakter siswa secara positif.