oleh admin | 04 Maret 2026
Pada Kamis, 26 Februari 2026, SMA Kristen 1 Surakarta mengadakan In House Training dengan tema “Penyusunan Asesmen Berbasis Numerasi”. Acara ini diawali dengan sambutan dari Bapak Kandhi Purnomo, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, yang menekankan pentingnya penguatan numerasi sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan karena kemampuan numerasi siswa masih perlu ditingkatkan, terutama agar guru dapat menyusun soal yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan asesmen nasional.
Materi inti kemudian dibawakan oleh Ibu Ana Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Satuan Pendidikan Cabdin VII. Beliau menyampaikan dengan pendekatan dialogis, tidak hanya menjelaskan konsep numerasi tetapi juga mengajak guru berdiskusi. Pertanyaan diagnostik yang diajukan—Apa yang anda ketahui tentang kompetensi numerasi? Darimana dapat mengetahui kompetensi numerasi murid? Mengapa numerasi penting? Bagaimana menguatkan numerasi?—menjadi pintu masuk untuk membahas cara membuat soal yang lebih bermakna dan tepat sasaran.
Ibu Ana menekankan bahwa numerasi bukan sekadar hitungan, melainkan keterampilan berpikir yang membantu siswa memahami dan menyelesaikan masalah sehari‑hari. Karena itu, soal yang dibuat guru harus berangkat dari situasi nyata: urusan pribadi, kehidupan sosial dan budaya, maupun persoalan ilmiah. Guru diajak mengenali tingkatan kemampuan yang perlu dilatih, mulai dari soal sederhana untuk mengingat dan menghitung, soal penerapan konsep dalam kehidupan sehari‑hari, hingga soal bernalar untuk memecahkan masalah yang lebih rumit.
Contoh soal yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari kombinasi topping pizza, penafsiran grafik kriminalitas, hingga perhitungan bangun ruang atap rumah. Semua contoh ini menunjukkan bahwa soal numerasi bisa dibuat menarik, kontekstual, dan menantang. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga belajar berpikir kritis, membaca data, dan mengambil keputusan.
Respons guru sangat antusias. Mereka bertanya bagaimana menyusun soal yang tepat untuk melatih numerasi, bagaimana mengevaluasi apakah soal yang selama ini dibuat sudah mendukung peningkatan numerasi, serta berbagi hambatan seperti keterbatasan waktu dan kesulitan membuat soal kontekstual. Ada juga pengalaman berhasil, misalnya melatih siswa membaca data atau menafsirkan grafik sederhana. Diskusi ini memperlihatkan semangat guru untuk terus belajar dan memperbaiki praktik pembelajaran.
Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Bapak Immanuel Dwihermawan Setiobudi, S.Pd., M.Pd., sekaligus doa penutup. IHT ini memberi wawasan baru sekaligus membangun komitmen bersama para guru SMA Kristen 1 Surakarta untuk meningkatkan kualitas asesmen berbasis numerasi, terutama melalui penyusunan soal yang lebih tepat sasaran demi masa depan siswa yang lebih baik.